Monday, October 22, 2012

Akibat Kebanyakan Melakukan Onani/Masturbasi

Akibat Kebanyakan Melakukan Onani/Masturbasi -Apa akibat negatif karena onani/masturbasi?

Oleh : dr.Abu Hana El-Firdan Onani/ masturbasi adalah kegiatan untuk memuaskan syahwat dengan cara mengeluarkan
�secara paksa� air mani. Onani/ masturbasi bisa dilakukan oleh pria maupun wanita. Secara syar�i
Onani/ masturbasi termasuk perbuatan yang diharamkan oleh syari�at dan merupakan perbuatan
dosa. Tujuan utama dari masturbasi adalah untuk mencari
kepuasan atau melepas keinginan nafsu seksual
dengan jalan tidak bersenggama. Dalam islam
masturbasi dikenal dengan beberapa nama yaitu, al-
istimna� al-istimna� billkaff, nikah al-yad, jildu
umairah, al-i�timar atau�adatus sirriyah. Masturbasi yang dilakukan oleh wanita, disebut al-ilthaf. Masturbasi yang terlalu sering bisa memicu aktivitas
berlebih pada saraf parasimpatik. Dampaknya adalah
produksi hormon-hormon dan senyawa kimia seks
meningkat teramasuk asetilkolin, dopamin dan
serotonin. Ketidakseimbang an kimiawi yang terjadi akibat hobi masturbasi yang terlalu sering bisa memicu
berbagai macam gangguan kesehatan antara lain
sebagai berikut: 1. Kemampuan ereksi melemah dan Impotensi
Gangguan pada saraf parasimpatik bisa mempengaruhi
kemampuan otak dalam merespons rangsang seksual.
Akibatnya kemampuan ereksi melemah, bahkan pada
tingkat yang parah bisa menyebabkan impotensi yakni
gangguan seksual yang menyebabkan penis tidak bisa berdiri sama sekali. 2. Kebocoran katup air mani
Kemampuan saluran air mani untuk membuka dan
menutup pada waktu yag tepat juga terganggu.
Akibatnya sperma dan air mani tidak hanya keluar saat
ereksi, lendir-lendir tersebut bisa juga keluar sewaktu-
waktu seperti ingus sekalipun penis sedang dalam kondisi lemas. 3. Rambut rontok dan Kebotakan
Dampak lain dari ketidakseimbang an hormon yang terjadi jika terlalu sering masturbasi adalah kerontokan
rambut. Jika tidak diatasi, lama-kelamaan akan memicu
kebotakan atau penipisan rambut pada pria. Sangatlah jelas bahwa akibat negatif dari melakukan
masturbasi dapat menyebabkan tubuh menjadi lemah
dan loyo sehingga aktifitas kerja akan terganggu dan
menjadi tidak produktif lagi. Setiap kali tubuhnya
mengejang karena orgasme, pria akan kehilangan
cukup banyak energi karena hampir semua otot akan mengalami kontraksi. Akibatnya jika terlalu sering, pria
akan kehilangan gairah untuk beraktivitas dan
cenderung akan merasa ngantuk sepanjang hari. Selain itu kontraksi otot saat mengalami orgasme bisa
memicu nyeri otot, terutama di daerah punggung dan
selangkangan. Bagi yang melakukannya dengan tangan
kosong tanpa pelumas, rasa nyeri juga bisa menyerang
penis karena gesekan yang terjadi bisa menyebabkan
lecet-lecet. Apa Solusinya? Apabila kita menyibukkan diri dengan melakukan
aktivitas yang seimbang antara fisik, mental dan
spiritual saya yakin dorongan seksual akan teralihkan.
Hindari melihat atau membaca buku, majalah, atau
website yang berisikan konten haram pornografi.
Dengan demikian kita tidak akan selalu terangsang, sehingga dapat menahan diri untuk tidak selalu
melakukan onani. Perbanyak shaum sunnah sebagai
metode yang dicontohkan oleh Rosulullah Shallallaahu
�alaihi wasallam untuk mengekang syahwat.
Jika anda masih berat meninggalkan kebiasaan
onani/ masturbasi maka segeralah menikah sebagai solusi terbaik untuk menghilangkan kebiasaan buruk
tersebut. KESIMPULAN
Onani/ masturbasi secara medis berbahaya bagi kesehatan akibat aktifitas yang berlebihan dari syaraf-
syaraf tertentu sehingga menimbulkan
ketidakseimbang an hormonal. Beberapa akibat efek samping onani adalah
impotensi/ lemah syahwat, kebocoran katup air mani dan rambut rontok/ kebotakan. Onani juga menyebabkan tubuh lemah, loyo dan nyeri otot
punggung dan selangkangan sehingga produktifitas
kerja menjadi berkurang.
Islam mengajarkan untuk bershaum atau menikah
sebagai bentuk solusi agar gejolak syahwat bisa
teratasi.

No comments:

Post a Comment